Kamis, 01 Mei 2014

kata naum dalam al-qur'an



Kata Naum dalam Al – Qur’an
Berdasarkan hasil penelusuran penulis dengan menggunakan kitab mu’jam al – mufahras li alfadz Al – qur’an Al – Adzim yang dikarang oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi, dikatakan bahwa kata Naum dalam Al – Qur’an disebutkan sebanyak 9 kali yaitu sebagai berikut:[1]
Kata
nama surat dan ayat
kata ayat
arti kata
النوم
Al - Baqarah : 255
ªª!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ÓyÕø9$# ãPqs)ø9$# 4 Ÿw ¼çnäè{ù's? ×puZÅ Ÿwur ×PöqtR 4 ¼çm©9 $tB Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur Îû ÇÚöF{$# 3 `tB #sŒ Ï%©!$# ßìxÿô±o ÿ¼çnyYÏã žwÎ) ¾ÏmÏRøŒÎ*Î/ 4 ãNn=÷ètƒ $tB šú÷üt/ óOÎgƒÏ÷ƒr& $tBur öNßgxÿù=yz ( Ÿwur tbqäÜŠÅsム&äóÓy´Î/ ô`ÏiB ÿ¾ÏmÏJù=Ïã žwÎ) $yJÎ/ uä!$x© 4 yìÅur çmÅöä. ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur ( Ÿwur ¼çnߊqä«tƒ $uKßgÝàøÿÏm 4 uqèdur Í?yèø9$# ÞOŠÏàyèø9$# ÇËÎÎÈ  
Tidur
al -Furqon : 47
uqèdur Ï%©!$# Ÿ@yèy_ ãNä3s9 Ÿ@øŠ©9$# $U$t7Ï9 tPöq¨Z9$#ur $Y?$t7ß Ÿ@yèy_ur u$pk¨]9$# #Yqà±èS ÇÍÐÈ  
Tidur
نومكم
An - Naba: 9
$uZù=yèy_ur ö/ä3tBöqtR $Y?$t7ß ÇÒÈ  
Tidur
al - A'rof : 97
z`ÏBr'sùr& ã@÷dr& #tà)ø9$# br& NåkuŽÏ?ù'tƒ $uZßù't/ $\G»uŠt/ öNèdur tbqßJͬ!$tR
Tidur

al Qalam : 19
t$$sÜsù $pköŽn=tæ ×#ͬ!$sÛ `ÏiB y7Îi/¢ óOèdur tbqãKͬ!$tR ÇÊÒÈ  
Tidur
المنام
as - Sofat : 102
$¬Hs>sù x÷n=t/ çmyètB zÓ÷ë¡¡9$# tA$s% ¢Óo_ç6»tƒ þÎoTÎ) 3ur& Îû ÏQ$uZyJø9$# þÎoTr& y7çtr2øŒr& öÝàR$$sù #sŒ$tB 2ts? 4 tA$s% ÏMt/r'¯»tƒ ö@yèøù$# $tB ãtB÷sè? ( þÎTßÉftFy bÎ) uä!$x© ª!$# z`ÏB tûïÎŽÉ9»¢Á9$# ÇÊÉËÈ  
Tidur
منامك
al - Anfal : 43
øŒÎ) ãNßgs3ƒÌãƒ ª!$# Îû šÏB$oYtB WxŠÎ=s% ( öqs9ur öNßgs31ur& #ZŽÏWŸ2 óOçFù=ϱxÿ©9 óOçFôãt»uZtGs9ur Îû ̍øBF{$# £`Å6»s9ur ©!$# zN¯=y 3 ¼çm¯RÎ) 7OŠÎ=tæ ÏN#xÎ/ ÍrߐÁ9$# ÇÍÌÈ  
Tidur
منامكم
ar -Rum : 23
ô`ÏBur ¾ÏmÏG»tƒ#uä /ä3ãB$uZtB È@ø©9$$Î/ Í$pk¨]9$#ur Nä.ät!$tóÏGö/$#ur `ÏiB ÿ¾Ï&Î#ôÒsù 4 žcÎ) Îû šÏ9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 šcqãèyJó¡o ÇËÌÈ
Tidur
منامها
az Zumar : 42
ª!$# ®ûuqtGtƒ }§àÿRF{$# tûüÏm $ygÏ?öqtB ÓÉL©9$#ur óOs9 ôMßJs? Îû $ygÏB$oYtB ( ہšôJçŠsù ÓÉL©9$# 4Ó|Ós% $pköŽn=tæ |NöqyJø9$# ã@Åöãƒur #t÷zW{$# #n<Î) 9@y_r& K|¡B 4 ¨bÎ) Îû šÏ9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 šcr㍩3xÿtGtƒ ÇÍËÈ  
Tidur

Dari data diatas dapat diketauhui bahwa kata Naum mepunyai arti  tidur. Tidur memang sangat diperlukan bagi tubuh manusia, tidak kalah pentingnya seperti makan dan minum, untuk mrngrmbalikan tenaga badan dan pikiran yang telah habis untuk bekerja. Malam yang gelap dan hening merupakan masa yang tepat untuk tidur,  sedangkan siang yang terang benderang tepat untuk melakukan pekerjaan sehari – hari, mencari keperluan hidup. Al – Qur’an disamping menyatakan bahwa tidur adalah istirahat juga menyebutkan bahwa nyawa seorang yang sedang tidur itu berada di bawah kekuasaan Allah, dikembalikan nyawa seorang yang sedang tidur saat dia bangun. Dalam tidur seorang sering bermimpi yang menyenangkan dan mengerikan. Ditegaskan pula bahwa Allah itu tidak tidur dan tidak pula mengantuk.[2]
Tafsir munakahat berkomentar bahwa tidur adalah berhentinya atau berkurangnya kegiatan saraf otak manusia. karena itulah, ketika tidur energi dan panas dalam badan menurun. Pada waktu tidur, tubuh merasa tenang dan rileks setelah otot atau syaraf atau dua – dua telah lelah bekerja. Semua kegiatan tubuh menurun pada waktu tidur kecuali proses metabolisme,aliran air seni dari ginjal dan keringat. Proses – proses tersebut jika berhenti justru akan membahayakan manusia. sedangkan, pernafasan sedikit berkurang infensitasnya, tetapi lebih panjang dan lebih banyak keluarnya dari dada daripada dari perut. Jantungpun akan berdetak lebih lambat sehingga aliran darah menjadi lebih sedikit. Otot – otot yang kejang akan mengendor sehingga mengakibatkan orang yang sedang tidur akan sulit untuk melakukan perlawanan.[3] Sehingga dikatakan bahwa tidur adalah istirahat
Dalam Al – Qur’an pun dikatakan bahwa tidur adalah istirahat seperti dalam surat al – Furqon : 47 dan an – Naba’ : 09. Dalam kedua ayat  tersebut kata Naum disandingkan dengan kata subata yang artinya adalah istirahat. Quraisy Shihab dalam tafsirnya al –Misbah menafsirkan kata subatan dengan arti memutus yaitu memutus kegiatan dan gerak tanpa mencabut nyawa. Saat tidur jiwa seseorang itu berada dalam genggaman Allah, dikembalikannya nyawa orang yang sedang tidur seperti dalam surat az – zumar ayat 42 “  Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. Pakar tafsir al Baidowi ketika menafsirkan surat az – Zumar ayat 42 menuliskan bahwa nafs berpisah dengan jasmani manusia pada saat kematiannya dengan pemisahan yang sempurna. Sedangkan pada saat tidur pemisahannya tidak sempurna. Oleh karena itu nafs bagi orang yang sedang tidur kembali kepada wadah yang menampungnya (raga). [4]
Dalam tidur terkadang seorang mengalami yang namanya mimpi. Banyak pepatah mengatakan bahwa mimpi itu adalah bunga tidur. Namun lain halnya jika mimpi iti dialami oleh seorang nabi, karena mimpi yang dialami seorang nabi bisa jadi adalah sebuah wahyu karena salah satu cara Allah menyampaikan wahyu adalah melalui mimpi seperti mimpi nabi Ibrohim yang menyembelih anaknya sendiri seperti dalam surat as – shafat ayat 102 “ Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar".
Kapankah waktu tidur itu? Seperti dikatakan diawal tadi bahwa malam yang gelap dan hening adalah waktu yang baik untuk tidur, sedangkan siang yang terang benderang tepat untuk melakukan pekerjaan sehari – hari. seperti dikatakan dalam al – Qur’an surat  ar – rum ayat 23 “ dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” Dalam tidur sebaiknya lampu dipadamkan ataupun menggunakan cahaya tamaram supaya saraf tidak tegang dan otot mengendur. Dengan demikian tidur akan terlelap.[5]
Dalam Al – Qur’an juga menyebutkan bahwa Allah itu tidak tidur ataupun mengantuk seperti dalam surah Al – Baqarah 255:“ Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. “
Dari penjelasan yang telah dipaparkan diatas dapat disimpulkan bhawa kata naum dalam al Qur’an mempunyai makna tidur.


[1] Muhammad Fuad Abdul Baqi, Mu’jam Al – Mufahras Li Alfadz Al – Qur’an Al – Adzim (Kairo: Darl El – Hadith,2001),hlm. 899
[2] H. Fachruddin, Ensiklopedia Al – Qur’an 2,(pt melton putra:jakarta, 1992), hlm. 501
[3] M. Quraish Shihab, Tafsir Al – Misbah : Pesan, Kesan, dan Keserasian Al – Qur’an juz,  (Jakarta:Lentera Hati,2012),hlm. 10
[4] M. Quraish Shihab, Tafsir Al – Misbah ..... hlm.508
[5] Dr. Ahmad Syauqi Ibrohim, Misteri Tidur,(Jakarta:Zaman, 2013),hlm. 49

Tidak ada komentar:

Posting Komentar