Kata Naum dalam Al – Qur’an
Berdasarkan hasil penelusuran penulis dengan menggunakan kitab mu’jam
al – mufahras li alfadz Al – qur’an Al – Adzim yang dikarang oleh Muhammad
Fuad Abdul Baqi, dikatakan bahwa kata Naum dalam Al – Qur’an disebutkan
sebanyak 9 kali yaitu sebagai berikut:[1]
|
Kata
|
nama
surat dan ayat
|
kata ayat
|
arti kata
|
|
النوم
|
Al -
Baqarah : 255
|
ªª!$# Iw tm»s9Î) wÎ) uqèd ÓyÕø9$# ãPqs)ø9$# 4 w ¼çnäè{ù's? ×puZÅ wur ×PöqtR 4 ¼çm©9 $tB Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur Îû ÇÚöF{$# 3 `tB #s Ï%©!$# ßìxÿô±o ÿ¼çnyYÏã wÎ) ¾ÏmÏRøÎ*Î/ 4 ãNn=÷èt $tB ú÷üt/ óOÎgÏ÷r& $tBur öNßgxÿù=yz ( wur tbqäÜÅsã &äóÓy´Î/ ô`ÏiB ÿ¾ÏmÏJù=Ïã wÎ) $yJÎ/ uä!$x© 4 yìÅur çmÅöä. ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur ( wur ¼çnßqä«t $uKßgÝàøÿÏm 4 uqèdur Í?yèø9$# ÞOÏàyèø9$# ÇËÎÎÈ
|
Tidur
|
|
al -Furqon
: 47
|
uqèdur Ï%©!$# @yèy_ ãNä3s9 @ø©9$# $U$t7Ï9 tPöq¨Z9$#ur $Y?$t7ß @yèy_ur u$pk¨]9$# #Yqà±èS ÇÍÐÈ
|
Tidur
|
|
|
نومكم
|
An - Naba:
9
|
$uZù=yèy_ur ö/ä3tBöqtR $Y?$t7ß ÇÒÈ
|
Tidur
|
|
al - A'rof
: 97
|
z`ÏBr'sùr& ã@÷dr& #tà)ø9$# br& NåkuÏ?ù't $uZßù't/ $\G»ut/ öNèdur tbqßJͬ!$tR
|
Tidur
|
|
|
al Qalam
: 19
|
t$$sÜsù $pkön=tæ ×#ͬ!$sÛ `ÏiB y7Îi/¢ óOèdur tbqãKͬ!$tR ÇÊÒÈ
|
Tidur
|
|
|
المنام
|
as - Sofat
: 102
|
$¬Hs>sù x÷n=t/ çmyètB zÓ÷ë¡¡9$# tA$s% ¢Óo_ç6»t þÎoTÎ) 3ur& Îû ÏQ$uZyJø9$# þÎoTr& y7çtr2ør& öÝàR$$sù #s$tB 2ts? 4 tA$s% ÏMt/r'¯»t ö@yèøù$# $tB ãtB÷sè? ( þÎTßÉftFy bÎ) uä!$x© ª!$# z`ÏB tûïÎÉ9»¢Á9$# ÇÊÉËÈ
|
Tidur
|
|
منامك
|
al - Anfal
: 43
|
øÎ) ãNßgs3Ìã ª!$# Îû ÏB$oYtB WxÎ=s% ( öqs9ur öNßgs31ur& #ZÏW2 óOçFù=ϱxÿ©9 óOçFôãt»uZtGs9ur Îû ÌøBF{$# £`Å6»s9ur ©!$# zN¯=y 3 ¼çm¯RÎ) 7OÎ=tæ ÏN#xÎ/ ÍrßÁ9$# ÇÍÌÈ
|
Tidur
|
|
منامكم
|
ar -Rum :
23
|
ô`ÏBur ¾ÏmÏG»t#uä /ä3ãB$uZtB È@ø©9$$Î/ Í$pk¨]9$#ur Nä.ät!$tóÏGö/$#ur `ÏiB ÿ¾Ï&Î#ôÒsù 4 cÎ) Îû Ï9ºs ;M»tUy 5Qöqs)Ïj9 cqãèyJó¡o ÇËÌÈ
|
Tidur
|
|
منامها
|
az Zumar :
42
|
ª!$# ®ûuqtGt }§àÿRF{$# tûüÏm $ygÏ?öqtB ÓÉL©9$#ur óOs9 ôMßJs? Îû $ygÏB$oYtB ( ÛÅ¡ôJçsù ÓÉL©9$# 4Ó|Ós% $pkön=tæ |NöqyJø9$# ã@Åöãur #t÷zW{$# #n<Î) 9@y_r& K|¡B 4 ¨bÎ) Îû Ï9ºs ;M»tUy 5Qöqs)Ïj9 crã©3xÿtGt ÇÍËÈ
|
Tidur
|
Dari data diatas dapat diketauhui bahwa kata Naum mepunyai
arti tidur. Tidur memang sangat
diperlukan bagi tubuh manusia, tidak kalah pentingnya seperti makan dan minum,
untuk mrngrmbalikan tenaga badan dan pikiran yang telah habis untuk bekerja.
Malam yang gelap dan hening merupakan masa yang tepat untuk tidur, sedangkan siang yang terang benderang tepat
untuk melakukan pekerjaan sehari – hari, mencari keperluan hidup. Al – Qur’an
disamping menyatakan bahwa tidur adalah istirahat juga menyebutkan bahwa nyawa
seorang yang sedang tidur itu berada di bawah kekuasaan Allah, dikembalikan
nyawa seorang yang sedang tidur saat dia bangun. Dalam tidur seorang sering
bermimpi yang menyenangkan dan mengerikan. Ditegaskan pula bahwa Allah itu
tidak tidur dan tidak pula mengantuk.[2]
Tafsir munakahat berkomentar bahwa tidur adalah berhentinya atau
berkurangnya kegiatan saraf otak manusia. karena itulah, ketika tidur energi
dan panas dalam badan menurun. Pada waktu tidur, tubuh merasa tenang dan rileks
setelah otot atau syaraf atau dua – dua telah lelah bekerja. Semua kegiatan
tubuh menurun pada waktu tidur kecuali proses metabolisme,aliran air seni dari
ginjal dan keringat. Proses – proses tersebut jika berhenti justru akan
membahayakan manusia. sedangkan, pernafasan sedikit berkurang infensitasnya,
tetapi lebih panjang dan lebih banyak keluarnya dari dada daripada dari perut.
Jantungpun akan berdetak lebih lambat sehingga aliran darah menjadi lebih
sedikit. Otot – otot yang kejang akan mengendor sehingga mengakibatkan orang
yang sedang tidur akan sulit untuk melakukan perlawanan.[3]
Sehingga dikatakan bahwa tidur adalah istirahat
Dalam Al – Qur’an pun dikatakan bahwa tidur adalah istirahat
seperti dalam surat al – Furqon : 47 dan an – Naba’ : 09. Dalam kedua ayat tersebut kata Naum disandingkan dengan
kata subata yang artinya adalah istirahat. Quraisy Shihab dalam
tafsirnya al –Misbah menafsirkan kata subatan dengan arti memutus
yaitu memutus kegiatan dan gerak tanpa mencabut nyawa. Saat tidur jiwa
seseorang itu berada dalam genggaman Allah, dikembalikannya nyawa orang yang
sedang tidur seperti dalam surat az – zumar ayat 42 “ “Allah
memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum
mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan
kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi
kaum yang berfikir.” Pakar tafsir al Baidowi ketika menafsirkan
surat az – Zumar ayat 42 menuliskan bahwa nafs berpisah dengan jasmani
manusia pada saat kematiannya dengan pemisahan yang sempurna. Sedangkan pada
saat tidur pemisahannya tidak sempurna. Oleh karena itu nafs bagi orang
yang sedang tidur kembali kepada wadah yang menampungnya (raga). [4]
Dalam tidur terkadang seorang mengalami yang namanya mimpi. Banyak pepatah
mengatakan bahwa mimpi itu adalah bunga tidur. Namun lain halnya jika mimpi iti
dialami oleh seorang nabi, karena mimpi yang dialami seorang nabi bisa jadi
adalah sebuah wahyu karena salah satu cara Allah menyampaikan wahyu adalah
melalui mimpi seperti mimpi nabi Ibrohim yang menyembelih anaknya sendiri
seperti dalam surat as – shafat ayat 102 “ Maka tatkala
anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim
berkata: "Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku
menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai
bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan
mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar".
Kapankah waktu tidur itu? Seperti dikatakan diawal tadi bahwa malam
yang gelap dan hening adalah waktu yang baik untuk tidur, sedangkan siang yang
terang benderang tepat untuk melakukan pekerjaan sehari – hari. seperti
dikatakan dalam al – Qur’an surat ar –
rum ayat 23 “ dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu
malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang
mendengarkan.” Dalam tidur sebaiknya lampu dipadamkan ataupun menggunakan cahaya
tamaram supaya saraf tidak tegang dan otot mengendur. Dengan demikian tidur
akan terlelap.[5]
Dalam Al –
Qur’an juga menyebutkan bahwa Allah itu tidak tidur ataupun mengantuk seperti
dalam surah Al – Baqarah 255:“ Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)
melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak
mengantuk dan tidak tidur. “
Dari penjelasan
yang telah dipaparkan diatas dapat disimpulkan bhawa kata naum dalam al
Qur’an mempunyai makna tidur.
[1] Muhammad
Fuad Abdul Baqi, Mu’jam Al – Mufahras Li Alfadz Al – Qur’an Al – Adzim (Kairo:
Darl El – Hadith,2001),hlm. 899
[2] H.
Fachruddin, Ensiklopedia Al – Qur’an 2,(pt melton putra:jakarta, 1992),
hlm. 501
[3] M.
Quraish Shihab, Tafsir Al – Misbah : Pesan, Kesan, dan Keserasian Al –
Qur’an juz, (Jakarta:Lentera Hati,2012),hlm.
10
[4] M.
Quraish Shihab, Tafsir Al – Misbah ..... hlm.508
[5] Dr. Ahmad
Syauqi Ibrohim, Misteri Tidur,(Jakarta:Zaman, 2013),hlm. 49
Tidak ada komentar:
Posting Komentar