Selasa, 06 Mei 2014

kanker serviks

Masalah pada Kanker Serviks

M. Farid Aziz
Subbagian Onkologi, Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ 
Rumah Sakit UmumPusat Nasional Dr.Ciptomangunkusumo, Jakarta


PENDAHULUAN
Kanker serviks merupakan kanker yang terbanyak diderita wanita-wanita di negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Di negara maju kanker ini menduduki urutan ke-10dan bila digabung maka ia menduduki urutan ke-5(1). Sebagaimana kanker umumnya maka kanker serviks akan menimbulkan masalah-masalah berupa kesakitan (morbiditas), penderitaan, kematian, finansial/ekonomi maupun lingkungan bahkan pemerintah. Dengan demikian penanggulangan kanker umumnya dan kanker serviks khususnya harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
 
INSIDENS DAN FREKUENSI
Berapa banyakkah insidens kanker serviks di Indonesia?Departemen Kesehatan RI memperkirakan insidensnya adalah 100 per 100.000 penduduk pertahun. Data yang dikumpulkan dari 13 laboratorium patologi-anatomi di Indonesia menunjukkan bahwa frekuensi kanker serviks tertinggi di antara kanker yang ada di Indonesia maupun di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Ciptomangunkusumo(2). Jika dilihat penyebarannya di Indonesia terlihat bahwa 92,44% terakumulasi di Jawa-Bali 

USIA
Insidens kanker serviks meningkat sejak usia 25-34 tahun dan menunjukkan puncaknya pada usia 35-44 tahun di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Ciptomangunkusumo, dan 45-54 tahun di Indonesia Laporan FIGO pada tahun 1998 menunjukkan kelompok usia 30-39 tahun dan 60-69 tahun terbagi sama banyaknya. Secara keseluruhan, stadium Ia lebih sering ditemukan pada kelompok usia 30-39 tahun,sedang untuk stadium IB dan II lebih sering ditemukan pada kelompok usia 40-49 tahun. Kelompok usia 60-69 tahun merupakan proporsi tertinggi pada stadium III dan IV(3).Di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto mangunkusumo stadium Ib, IIa, IIb sering terdapat pada kelompok usia 35-44 tahun, stadium IIIb sering pada kelompok usia 45-54

PENDIDIKAN
Umumnya penderita berpendidikan rendah dengan ratarata 6,71 +/- SD 3,94 tahun, baik secara keseluruhan stadium ataupun kalau dilihat pada stadium tertentu saja. Pendidikan penderita minimum 0 tahun dan maksimum 19 tahun. Karena keadaan sosial ekonomi sukar dinilai maka dengan mengetahui tingkat pendidikan penderita keadaan sosial ekonominya dapat diperkirakan(2).
 
PARITAS
Paritas tersebar rata baik pada stadium awal maupun stadium lanjut dengan rata-rata 4,74 +/- 2,47. Minimum paritas 0 dan maksimum 13(2).
 
STADIUM
Kebanyakan pasien datang pada stadium lanjut. Penderita dengan stadium IIb-IVb sebanyak 66,4%. Kebanyakan dengan stadium IIIb yaitu sebanyak 37,3% atau lebih dari 1/3 kasus, dan stadium awal yaitu Ia-IIa hanya sebanyak 28,6% (2). Data ini menunjukkan bahwa banyak penderita datang sangat terlambat dan mencari pertolongan hanya setelah terjadi perdarahan. Hal ini berlawanan dengan laporan FIGO yang
menyatakan bahwa kebanyakan pasien datang pada stadium II atau kurang(3). Hal ini dapat dipahami karena pendidikan yang kurang, sosial ekonomi rendah dan tidak terjangkaunya/tersedianya skrining oleh penderita.
 
DIAGNOSIS
Tes Pap bermanfaat untuk menapis kanker ini pada stadium prakanker dan kemudian dikonfirmasi dengan
pemeriksaan biopsi jaringan dengan atau tanpa alat bantu seperti kolposkopi. Sedang pada yang invasif selain pemeriksaan fisik dan biopsi juga perlu periksaan penunjang lainnya seperti sistoskopi (buli-buli), rektoskopi (rektum), foto paru, ginjal, USG dan tambahan CT-scan atau MRI. Pemeriksaan penunjang ini memerlukan biaya yang mahal dan sangat memberatkan penderita maupun keluarganya apalagi dengan situasi ekonomi yang sedang parah saat ini

PENGOBATAN
Pengobatan prakanker atau kanker tergantung dari tingkat penyakitnya. Pada prakanker pengobatan dari sekadar destruksi lokal misalnya kauterisasi sampai dengan pengangkatan rahim sederhana (histerektomia). Sedang pada kanker invasif umumnya pengobatan adalah operasi, radiasi, kemoterapi atau kombinasi. Operasi dilakukan pada stadium awal (Ia-IIa), radiasi dapat diberikan pada stadium awal atau lanjut tetapi masih terbatas di panggul, sedang kemoterapi diberikan pada stadium lanjut dan sudah menyebar jauh atau dapat diberikan bila terjadi residif atau kambuh. Biaya pengobatan makin tinggi dengan lanjutnya stadium
penyakit

KESAKITAN/MORBIDITAS
Sebelum terjadinya kanker, akan didahului oleh keadaan yang disebut lesi prakanker atau neoplasia intraepitel serviks.Sebagian besar lesi prakanker tidak menimbulkan gejala seperti terlihat pada data dari the Leiden Cytology and Pathology Laboratory pada 1975-1976 (tabel 10), sedang data Boon dan Suurmeijer pada tahun 1985 menunjukkan 92% tidak ada gejala sama sekali dan kalaupun ada berupa: perdarahan sesudah bersanggama, perdarahan di luar masa haid, perdarahan pada pascamenopause, keluar cairan dari vagina berwarna kemerahan, rasa berat di perut bawah dan rasa kering di vagina 
Bila sudah terjadi kanker maka akan timbul gejala yang sesuai dengan tingkat penyakitnya yaitu dapat lokal atau tersebar. Gejala yang timbul dapat berupa perdarahan sesudahbersanggama (seksual aktif), atau dapat juga terjadi perdarahan di luar masa haid, pascamenopause. Bila tumornya besar dapat terjadi infeksi dan menimbulkan cairan berbau yang mengalir keluar dari vagina. Bila penyakitnya sudah lanjut maka akan timbul nyeri panggul, gejala yang berkaitan dengan kandung kemih dan usus besar(5). Gejala lain yang ditimbulkan dapat berupa gangguan organ yang terkena misalnya otak (nyeri kepala, gangguan kesadaran), paru (sesak atau batuk darah), tulang (nyeri atau patah tulang), hati (nyeri perut kanan atas, kuning atau pembengkakan) dan lain-lain.

KEMATIAN/MORTALITAS
Akibat serius dari penyakit ini adalah kematian. Makin tinggi stadium penyakitnya makin sedikit penderita yang dapat bertahan hidup/survive(3).

KESIMPULAN
Besarnya masalah yang timbul tergantung pada tingkat penyakitnya. Makin tinggi tingkat penyakitnya makin besar masalah yang ditimbulkannya. Dengan demikian deteksi dini merupakan hal yang sangat bermanfaat untuk mengeleminasi kerugian fisik, materi, psikis dan sosial yang diakibatkan oleh penyakit ini.

KEPUSTAKAAN
1. Bosch FX, Coleman MP. Descriptive epidemiology. In: Hossfeld DK, Sherman CD, Love RR, Bosch FX (eds.). Manual of clinical oncology. New York: Springer-Verlag, 1990; Pp. 31.
2. Aziz MF, Mangunkusumo R. Epidemiology cancer of the cervix. CME on Gynaecological Oncology. Jakarta: 28-29 September 2000.
3. Benedet J, Odicino F, Maisonneuve P, et al. Carcinoma of the cervix uteri. Annual report on the results of treatment in gynecological cancer. J Epidemiol Biostat 1998; 3: 5-34.
4. Boon ME, Suurmeijer AJH. The Pap smear. Leyden Coulomb Press; 1991: hal 140.
5. Hacker NF. Cervical cancer. In: Berek JS, Hacker NF (eds.). Practical gynecologic oncology. 3rd edit, Philadelphia-Baltimore: Lippincott Williams & Wilkins, 2000: hal. 345-94.

sumber : Cermin Dunia Kedokteran No. 133, 2001

Kamis, 01 Mei 2014

kata naum dalam al-qur'an



Kata Naum dalam Al – Qur’an
Berdasarkan hasil penelusuran penulis dengan menggunakan kitab mu’jam al – mufahras li alfadz Al – qur’an Al – Adzim yang dikarang oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi, dikatakan bahwa kata Naum dalam Al – Qur’an disebutkan sebanyak 9 kali yaitu sebagai berikut:[1]
Kata
nama surat dan ayat
kata ayat
arti kata
النوم
Al - Baqarah : 255
ªª!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ÓyÕø9$# ãPqs)ø9$# 4 Ÿw ¼çnäè{ù's? ×puZÅ Ÿwur ×PöqtR 4 ¼çm©9 $tB Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur Îû ÇÚöF{$# 3 `tB #sŒ Ï%©!$# ßìxÿô±o ÿ¼çnyYÏã žwÎ) ¾ÏmÏRøŒÎ*Î/ 4 ãNn=÷ètƒ $tB šú÷üt/ óOÎgƒÏ÷ƒr& $tBur öNßgxÿù=yz ( Ÿwur tbqäÜŠÅsム&äóÓy´Î/ ô`ÏiB ÿ¾ÏmÏJù=Ïã žwÎ) $yJÎ/ uä!$x© 4 yìÅur çmÅöä. ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur ( Ÿwur ¼çnߊqä«tƒ $uKßgÝàøÿÏm 4 uqèdur Í?yèø9$# ÞOŠÏàyèø9$# ÇËÎÎÈ  
Tidur
al -Furqon : 47
uqèdur Ï%©!$# Ÿ@yèy_ ãNä3s9 Ÿ@øŠ©9$# $U$t7Ï9 tPöq¨Z9$#ur $Y?$t7ß Ÿ@yèy_ur u$pk¨]9$# #Yqà±èS ÇÍÐÈ  
Tidur
نومكم
An - Naba: 9
$uZù=yèy_ur ö/ä3tBöqtR $Y?$t7ß ÇÒÈ  
Tidur
al - A'rof : 97
z`ÏBr'sùr& ã@÷dr& #tà)ø9$# br& NåkuŽÏ?ù'tƒ $uZßù't/ $\G»uŠt/ öNèdur tbqßJͬ!$tR
Tidur

al Qalam : 19
t$$sÜsù $pköŽn=tæ ×#ͬ!$sÛ `ÏiB y7Îi/¢ óOèdur tbqãKͬ!$tR ÇÊÒÈ  
Tidur
المنام
as - Sofat : 102
$¬Hs>sù x÷n=t/ çmyètB zÓ÷ë¡¡9$# tA$s% ¢Óo_ç6»tƒ þÎoTÎ) 3ur& Îû ÏQ$uZyJø9$# þÎoTr& y7çtr2øŒr& öÝàR$$sù #sŒ$tB 2ts? 4 tA$s% ÏMt/r'¯»tƒ ö@yèøù$# $tB ãtB÷sè? ( þÎTßÉftFy bÎ) uä!$x© ª!$# z`ÏB tûïÎŽÉ9»¢Á9$# ÇÊÉËÈ  
Tidur
منامك
al - Anfal : 43
øŒÎ) ãNßgs3ƒÌãƒ ª!$# Îû šÏB$oYtB WxŠÎ=s% ( öqs9ur öNßgs31ur& #ZŽÏWŸ2 óOçFù=ϱxÿ©9 óOçFôãt»uZtGs9ur Îû ̍øBF{$# £`Å6»s9ur ©!$# zN¯=y 3 ¼çm¯RÎ) 7OŠÎ=tæ ÏN#xÎ/ ÍrߐÁ9$# ÇÍÌÈ  
Tidur
منامكم
ar -Rum : 23
ô`ÏBur ¾ÏmÏG»tƒ#uä /ä3ãB$uZtB È@ø©9$$Î/ Í$pk¨]9$#ur Nä.ät!$tóÏGö/$#ur `ÏiB ÿ¾Ï&Î#ôÒsù 4 žcÎ) Îû šÏ9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 šcqãèyJó¡o ÇËÌÈ
Tidur
منامها
az Zumar : 42
ª!$# ®ûuqtGtƒ }§àÿRF{$# tûüÏm $ygÏ?öqtB ÓÉL©9$#ur óOs9 ôMßJs? Îû $ygÏB$oYtB ( ہšôJçŠsù ÓÉL©9$# 4Ó|Ós% $pköŽn=tæ |NöqyJø9$# ã@Åöãƒur #t÷zW{$# #n<Î) 9@y_r& K|¡B 4 ¨bÎ) Îû šÏ9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 šcr㍩3xÿtGtƒ ÇÍËÈ  
Tidur

Dari data diatas dapat diketauhui bahwa kata Naum mepunyai arti  tidur. Tidur memang sangat diperlukan bagi tubuh manusia, tidak kalah pentingnya seperti makan dan minum, untuk mrngrmbalikan tenaga badan dan pikiran yang telah habis untuk bekerja. Malam yang gelap dan hening merupakan masa yang tepat untuk tidur,  sedangkan siang yang terang benderang tepat untuk melakukan pekerjaan sehari – hari, mencari keperluan hidup. Al – Qur’an disamping menyatakan bahwa tidur adalah istirahat juga menyebutkan bahwa nyawa seorang yang sedang tidur itu berada di bawah kekuasaan Allah, dikembalikan nyawa seorang yang sedang tidur saat dia bangun. Dalam tidur seorang sering bermimpi yang menyenangkan dan mengerikan. Ditegaskan pula bahwa Allah itu tidak tidur dan tidak pula mengantuk.[2]
Tafsir munakahat berkomentar bahwa tidur adalah berhentinya atau berkurangnya kegiatan saraf otak manusia. karena itulah, ketika tidur energi dan panas dalam badan menurun. Pada waktu tidur, tubuh merasa tenang dan rileks setelah otot atau syaraf atau dua – dua telah lelah bekerja. Semua kegiatan tubuh menurun pada waktu tidur kecuali proses metabolisme,aliran air seni dari ginjal dan keringat. Proses – proses tersebut jika berhenti justru akan membahayakan manusia. sedangkan, pernafasan sedikit berkurang infensitasnya, tetapi lebih panjang dan lebih banyak keluarnya dari dada daripada dari perut. Jantungpun akan berdetak lebih lambat sehingga aliran darah menjadi lebih sedikit. Otot – otot yang kejang akan mengendor sehingga mengakibatkan orang yang sedang tidur akan sulit untuk melakukan perlawanan.[3] Sehingga dikatakan bahwa tidur adalah istirahat
Dalam Al – Qur’an pun dikatakan bahwa tidur adalah istirahat seperti dalam surat al – Furqon : 47 dan an – Naba’ : 09. Dalam kedua ayat  tersebut kata Naum disandingkan dengan kata subata yang artinya adalah istirahat. Quraisy Shihab dalam tafsirnya al –Misbah menafsirkan kata subatan dengan arti memutus yaitu memutus kegiatan dan gerak tanpa mencabut nyawa. Saat tidur jiwa seseorang itu berada dalam genggaman Allah, dikembalikannya nyawa orang yang sedang tidur seperti dalam surat az – zumar ayat 42 “  Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. Pakar tafsir al Baidowi ketika menafsirkan surat az – Zumar ayat 42 menuliskan bahwa nafs berpisah dengan jasmani manusia pada saat kematiannya dengan pemisahan yang sempurna. Sedangkan pada saat tidur pemisahannya tidak sempurna. Oleh karena itu nafs bagi orang yang sedang tidur kembali kepada wadah yang menampungnya (raga). [4]
Dalam tidur terkadang seorang mengalami yang namanya mimpi. Banyak pepatah mengatakan bahwa mimpi itu adalah bunga tidur. Namun lain halnya jika mimpi iti dialami oleh seorang nabi, karena mimpi yang dialami seorang nabi bisa jadi adalah sebuah wahyu karena salah satu cara Allah menyampaikan wahyu adalah melalui mimpi seperti mimpi nabi Ibrohim yang menyembelih anaknya sendiri seperti dalam surat as – shafat ayat 102 “ Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar".
Kapankah waktu tidur itu? Seperti dikatakan diawal tadi bahwa malam yang gelap dan hening adalah waktu yang baik untuk tidur, sedangkan siang yang terang benderang tepat untuk melakukan pekerjaan sehari – hari. seperti dikatakan dalam al – Qur’an surat  ar – rum ayat 23 “ dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” Dalam tidur sebaiknya lampu dipadamkan ataupun menggunakan cahaya tamaram supaya saraf tidak tegang dan otot mengendur. Dengan demikian tidur akan terlelap.[5]
Dalam Al – Qur’an juga menyebutkan bahwa Allah itu tidak tidur ataupun mengantuk seperti dalam surah Al – Baqarah 255:“ Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. “
Dari penjelasan yang telah dipaparkan diatas dapat disimpulkan bhawa kata naum dalam al Qur’an mempunyai makna tidur.


[1] Muhammad Fuad Abdul Baqi, Mu’jam Al – Mufahras Li Alfadz Al – Qur’an Al – Adzim (Kairo: Darl El – Hadith,2001),hlm. 899
[2] H. Fachruddin, Ensiklopedia Al – Qur’an 2,(pt melton putra:jakarta, 1992), hlm. 501
[3] M. Quraish Shihab, Tafsir Al – Misbah : Pesan, Kesan, dan Keserasian Al – Qur’an juz,  (Jakarta:Lentera Hati,2012),hlm. 10
[4] M. Quraish Shihab, Tafsir Al – Misbah ..... hlm.508
[5] Dr. Ahmad Syauqi Ibrohim, Misteri Tidur,(Jakarta:Zaman, 2013),hlm. 49